Tampilkan postingan dengan label SEJARAH (SMA XI). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEJARAH (SMA XI). Tampilkan semua postingan
Minggu, 27 Maret 2011
Perundingan Linggarjati
Operasi Trikora
| Konflik Papua Bagian Barat | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Peta Papua bagian barat pada tahun 1960-an |
|||||||||
|
|||||||||
| Pihak yang terlibat | |||||||||
| Komandan | |||||||||
| Soekarno Soeharto |
|||||||||
| Kekuatan | |||||||||
| Tidak diketahui | Tidak diketahui | ||||||||
| Jumlah korban | |||||||||
| Tidak diketahui | Tidak diketahui | ||||||||
| Artikel ini bagian dari
seri Sejarah Indonesia |
|---|
| Lihat pula: Sejarah Nusantara |
| Prasejarah |
| Kerajaan Hindu-Buddha |
| Tarumanagara (358–669) |
| Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11) |
| Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9) |
| Kerajaan Sunda (669–1579) |
| Kerajaan Medang (752–1045) |
| Kediri (1045–1221) |
| Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke-14) |
| Singhasari (1222–1292) |
| Majapahit (1293–1500) |
| Kerajaan Islam |
| Kesultanan Ternate (1257–sekarang) |
| Kesultanan Malaka (1400–1511) |
| Kesultanan Demak (1475–1548) |
| Kesultanan Aceh (1496–1903) |
| Kesultanan Banten (1526–1813) |
| Kesultanan Mataram (1500-an—1700-an) |
| Kolonialisme bangsa Eropa |
| Portugis (1512–1850) |
| VOC (1602-1800) |
| Belanda (1800–1942) |
| Kemunculan Indonesia |
| Kebangkitan Nasional (1899-1942) |
| Pendudukan Jepang (1942–1945) |
| Revolusi nasional (1945–1950) |
| Indonesia Merdeka |
| Orde Lama (1950–1959) |
| Demokrasi Terpimpin (1959–1965) |
| Orde Baru (1966–1998) |
| Era Reformasi (1998–sekarang) |
demokrasi terpimpin
A. DEKRIT
PRESIDEN
Undang-undang
Dasar yang menjadi pelaksanaan pemerintahan negara belum berhasil
dibuat sedangkan Undang-undang Dasar Sementara (UUDS 1950) dengan sistem
pemerintahan demokrasi liberal dianggap tidak sesuai dengan kondisi
kehidupan masyarakat Indonesia.
Kegagalan
konstituante dalam menetapkan undang-undang dasar sehingga membawa
Indonesia ke jurang kehancuran sebab Indonesia tidak mempunyai pijakan
hukum yang mantap.
Situasi
politik yang kacau dan semakin buruk.
Terjadinya
sejumlah pemberontakan di dalam negeri yang semakin bertambah gawat
bahkan menjurus menuju gerakan sparatisme.
Konflik
antar partai politik yang mengganggu stabilitas nasional
Pelaksanaan
demokrasi terpimpin dimulai dengan berlakunya Dekrit Presiden 5 Juli
1959.
Latar
Belakang dikeluarkan dekrit Presiden :
Dekret Presiden 5 Juli 1959
[sunting] Latar Belakang
Dekret Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Anggota konstituante mulai bersidang pada 10 November 1956. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan. Sementara, di kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembali kepada UUD '45 semakin kuat. Dalam menanggapi hal itu, Presiden Soekarno lantas menyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinya menganjurkan untuk kembali ke UUD '45. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakan pemungutan suara. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju. Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak tetapi pemungutan suara ini harus diulang, karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. Kuorum adalah jumlah minimum anggota yg harus hadir di rapat, majelis, dan sebagainya (biasanya lebih dari separuh jumlah anggota) agar dapat mengesahkan suatu putusan. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1 dan 2 Juni 1959. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum. Untuk meredam kemacetan, Konstituante memutuskan reses (masa perhentian sidang [parlemen]; masa istirahat dari kegiatan bersidang) yang ternyata merupakan akhir dari upaya penyusunan UUD.Kamis, 24 Maret 2011
Sejarah Indonesia (1945-1949)
Indonesia: Era 1945-1949 dimulai dengan masuknya Sekutu diboncengi oleh Belanda (NICA) ke berbagai wilayah Indonesia setelah kekalahan Jepang, dan diakhiri dengan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949. Terdapat banyak sekali peristiwa sejarah pada masa itu, pergantian berbagai posisi kabinet, Aksi Polisionil oleh Belanda, berbagai perundingan, dan peristiwa-peristiwa sejarah lainnya.
Kembalinya Belanda bersama Sekutu
Latar belakang terjadinya kemerdekaan
Sesuai dengan perjanjian Wina pada tahun
1942, bahwa negara-negara sekutu bersepakat
untuk mengembalikan wilayah-wilayah yang kini diduduki Jepang pada pemilik koloninya
masing-masing bila Jepang berhasil diusir dari daerah pendudukannya.Rabu, 23 Maret 2011
PEMBERONTAKAN DI INDONESIA
Kesenjangan Pusat dan Daerah
BERBAGAI pergolakan atau pemberontakan yang terjadi di negara Republik Indonesia pada umumnya terjadi karena ketidakpuasan pada pemerintah pusat. Ada kesenjangan antara pusat dan daerah yang cukup mencolok.
Pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) dan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) misalnya. Semula, gerakan itu tidak tampak berniat ingin menghancurkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tetapi, pemberontakan itu akhirnya dikenal sebagai “gerakan anti-Jawa”, karena kesenjangan pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa dianggap semakin besar.
Sejak kemerdekaan diproklamasikan 1945, beberapa gerakan atau pemberontakan demi memisahkan diri dari negara kesatuan, terjadi di berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, sampai Indonesia Bagian Timur.
BERBAGAI pergolakan atau pemberontakan yang terjadi di negara Republik Indonesia pada umumnya terjadi karena ketidakpuasan pada pemerintah pusat. Ada kesenjangan antara pusat dan daerah yang cukup mencolok.
Pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) dan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta) misalnya. Semula, gerakan itu tidak tampak berniat ingin menghancurkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tetapi, pemberontakan itu akhirnya dikenal sebagai “gerakan anti-Jawa”, karena kesenjangan pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa dianggap semakin besar.
Sejak kemerdekaan diproklamasikan 1945, beberapa gerakan atau pemberontakan demi memisahkan diri dari negara kesatuan, terjadi di berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, sampai Indonesia Bagian Timur.
PARTAI KOMUNIS INDONESIA
Sebelum Revolusi Indonesia
Gerakan Awal PKI
Partai ini didirikan atas inisiatif tokoh sosialis Belanda, Henk Sneevliet pada 1914, dengan nama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) (atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda). Keanggotaan awal ISDV pada dasarnya terdiri atas 85 anggota dari dua partai sosialis Belanda, yaitu SDAP (Partai Buruh Sosial Demokratis) dan SDP (Partai Sosial Demokratis), yang aktif di Hindia Belanda [1]Pada Oktober 101 SM ISDV mulai aktif dalam penerbitan dalam bahasa Belanda, "Het Vrije Woord" (Kata yang Merdeka). Editornya adalah Adolf Baars.
Pada saat pembentukannya, ISDV tidak menuntut kemerdekaan Indonesia. Pada saat itu, ISDV mempunyai sekitar 100 orang anggota, dan dari semuanya itu hanya tiga orang yang merupakan warga pribumi Indonesia. Namun demikian, partai ini dengan cepat berkembang menjadi radikal dan anti kapitalis. Di bawah pimpinan Sneevliet partai ini merasa tidak puas dengan kepemimpinan SDAP di Belanda, dan yang menjauhkan diri dari ISDV. Pada 1917, kelompok reformis dari ISDV memisahkan diri dan membentuk partainya sendiri, yaitu Partai Demokrat Sosial Hindia.
PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA DAN UPAYA MEMPERSIAPKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
A. Latar
Belakang Jepang Menguasai Indonesia
a. Modernisasi
Jepang
Jepang awalnya merupakan Negara yang menganut sistem isolasi
yaitu sistem dimana negara tersebut menutup diri dari pengaruh bangsa/
negara lain di luar negaranya. Baru pada tahun 1854, ketika Komodor
Matthew Perry (orang Amerika Serikat) datang ke Jepang dengan
tujuan untuk membuka kota pelabuhan Jepang maka Jepang terbuka bagi
negara lain. Terjalin hubungan antara Jepang dan Amerika Serikat melalui
perjanjian SHIMODA sehingga sejak itu
pelabuhan di Jepang terbuka bagi perdagangan internasional. Saat itu
yang memimpin Jepang adalah Shogun Tokugawa.
Perkembangan Jepang semakin tampak pada masa pemerintahan Pangeran
Mutsuhito sebagai kaisar dengan gelar Tenno Meiji.
Kaisar Meiji melakukan berbagai perubahan dalam segala bidang yang
kemudian dikenal dengan Restorasi Meiji. Restorasi Meiji
adalah perubahan Meiji dalam segala bidang kehidupan masyarakat guna
mengejar ketinggalan dari bangsa Barat. Pembaharuan dan kebijakan
tersebut diantaranya:
Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang
Untuk materi ini mempunyai 1 Kompetensi Dasar yaitu:
Kompetensi Dasar :
- Mendeskrepsikan Perang Dunia II (termasuk pendudukan Jepang) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia
Pengaruh Kebijakan Pemerintahan Jepang
Kedatangan Jepang di Indonesia dan Negara Asia lainnya memiliki maksud dan tujuan tertentu.Maksud kedatangan Jepang ke Indonesia adalah karena landasan riil dan idiil yang dimiliki oleh bangsa Jepang. Landasan riil ini antara lain karena adanya ledakan penduduk Jepang sehingga dibutuhkan tempat baru, kurangnya bahan mentah bagi industrialisasi Jepang , dan adanya pembatasan imigrasi ke Amerika dan Australia akibat kecurigaan adanya bahaya kuning.Sedangkan landasan idiilnya adalah ajaran Shintoisme yang dianut Jepang tentang Hokkaichu ,yaitu ajaran tentang kesatuan umat manusia. Jepang sebagai negara yang maju ingin mempersatukan bangsa-bangsa di Asia di bawah Kesatuan Asia Timur Raya sehingga Jepang pada awalnya mendapat banyak simpati sebagai saudara tua di antara bangsa Asia lainnya. Untuk menyukseskan ekspansinya Jepang menggunakan banyak taktik antara lain dengan mengebom Pearl Harbor agar memutus kekuatan Amerika Serikat di Asia-Pasifik serta memudahkan untuk menguasai wilayah lainnya di Asia termasuk Indonesia. Selain itu untuk menambah kekuatan Jepang juga menggabungkan diri dengan Jerman dan Italia yang juga terlibat dalam Perang Dunia II. Persekutuan itu dikenal dengan sebutan Poros Roberto (Roma-Berlin-Tokyo).
Langganan:
Postingan (Atom)